WhatsApp 24/7 WhatsApp Office Hour
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kumpulan berita dan artikel terbaru terkait HKI, merek, paten, dan pengembangan bisnis.

 
 

Temukan Berita & Artikel

EATLAH: Branding Kasual yang Berhasil Membangun Identitas Kuat

08 - May - 2026
EATLAH: Branding Kasual yang Berhasil Membangun Identitas Kuat

Di era media sosial dan budaya konsumsi cepat seperti sekarang, brand kuliner terus bermunculan dengan berbagai konsep kreatif. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mampu membangun identitas yang kuat sekaligus terasa dekat dengan konsumennya. Salah satu contoh menarik dalam perkembangan brand kuliner modern di Indonesia adalah Eatlah.

Didirikan pada tahun 2016 oleh Michael Chrisyanto bersama Charina Prinandita dan Riesky Vernandes, Eatlah berkembang dari konsep sederhana: menghadirkan comfort food bergaya Singapura yang familiar namun tetap memiliki sentuhan modern. Melalui menu andalannya, salted egg chicken rice, Eatlah menjadi salah satu pelopor yang ikut mempopulerkan tren salted egg di Indonesia hingga berkembang luas di pasar kuliner urban.

Menu tersebut kemudian tidak hanya berfungsi sebagai produk unggulan, tetapi juga menjadi identitas yang sangat melekat dengan brand Eatlah dan membantu mempercepat pengenalannya di pasar.

Menariknya, kekuatan Eatlah tidak semata-mata terletak pada produknya, tetapi pada bagaimana brand ini membangun komunikasi yang ringan, kasual, dan relevan dengan gaya hidup urban modern.

Salah satu elemen yang cukup menonjol adalah pemilihan nama mereknya. “Eatlah” merupakan kombinasi kata “eat” dengan partikel “lah” yang populer dalam percakapan informal masyarakat Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Malaysia. Dalam perspektif branding, pendekatan seperti ini sangat efektif karena terasa akrab, mudah diucapkan, dan memiliki nuansa conversational yang kuat.

Nama dengan karakter seperti ini cenderung lebih cepat tertanam dalam memori publik dibanding nama yang terlalu panjang atau formal. Ada kesan santai dan spontan, tetapi tetap memiliki identitas yang khas.

Dalam branding modern, aspek tersebut menjadi semakin penting karena sebuah merek tidak lagi hanya hadir di papan toko atau kemasan produk. Brand kini hidup di media sosial, caption, video pendek, hashtag, hingga percakapan sehari-hari. Karena itu, nama yang ringan secara verbal sering kali memiliki keuntungan besar dalam membangun awareness.

Secara visual, nama Eatlah juga memiliki struktur yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan desain. Bentuknya singkat, bersih, dan mudah diaplikasikan pada logo, signage, kemasan, maupun konten digital. Hal-hal seperti ini sering terlihat sederhana, padahal memiliki pengaruh besar terhadap konsistensi identitas brand.

Kata “Eatlah” memiliki nuansa percakapan sehari-hari yang terasa spontan, santai, dan sedikit playful. Dalam konteks branding modern, pendekatan seperti ini cukup efektif karena mampu menciptakan kesan yang lebih personal dan mudah diterima audiens muda yang akrab dengan budaya media sosial serta komunikasi informal.

Pemilihan nama seperti ini juga menunjukkan bagaimana bahasa populer dapat diolah menjadi identitas brand yang kuat tanpa kehilangan karakter profesionalnya. Ada unsur familiar, tetapi tetap memiliki keunikan fonetik dan ritme pengucapan yang membuatnya lebih mudah menempel dalam ingatan publik.

Di tengah persaingan brand kuliner yang sangat padat, karakter verbal seperti ini sering menjadi faktor penting dalam membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat diferensiasi brand di pasar.

Dari perspektif hukum merek, pendekatan seperti ini juga cenderung lebih menarik karena memiliki daya pembeda yang lebih kuat dibanding penggunaan nama-nama yang terlalu konvensional, deskriptif, atau sekadar menjelaskan jenis produk secara langsung.

Keberhasilan Eatlah juga menunjukkan pentingnya konsistensi positioning. Mulai dari tampilan visual, komunikasi media sosial, desain outlet, hingga pengalaman produknya, semuanya dibangun dalam nuansa yang seragam: modern, santai, cepat, dan dekat dengan gaya hidup anak muda perkotaan.

Pada akhirnya, Eatlah menunjukkan bahwa branding yang efektif tidak selalu harus rumit. Sering kali, kekuatan terbesar justru lahir dari sesuatu yang terasa sederhana, natural, dan mudah terhubung dengan keseharian konsumennya.

Karena itu, membangun merek seharusnya tidak dipandang hanya sebagai urusan formalitas pendaftaran. Sebuah merek pada dasarnya merupakan identitas bisnis jangka panjang yang perlu dirancang secara strategis, baik dari sisi branding maupun perlindungan hukumnya.

IndoTrademark 
IP Law & Brand Strategy

dibaca: 151 kali

TAG :

pendaftaran merekmendaftarkan merekcek merekdaftar merekpengacara merekbranding strategy
 

Berita & Artikel Terkait

Berita & Artikel Lainnya

1 2 3 4 5 »
 

Mediasi Pada Pidana Hak Cipta, Menguntungkan Atau Merugikan Korban?

Oleh: Ichwan Anggawirya Hak cipta merupakan hak kekayaan yang bersifat immateriil dan merupakan hak kebendaan. Salah satu sifat atau asas yang melekat pada hak kebendaan adalah asas droit de suite, asas hak mengikuti bendanya. Hak untuk menuntut akan mengikuti benda tersebut secara terus-menerus di tangan siapapun benda itu berada. Perlindungan hak cipta sebagai hak kebendaan...

Pertarungan Dua Mawar Akhirnya Dimenangkan Oleh Wardah

Wardah sebagai pencetus dan penemu pertama formulasi cairan pengharum cucian merek Mawar Super Loundry kini dapat bernafas lega, gugatan pembatalan merek yang telah dimenangkan di tingkat Pengadilan Niaga kini telah inkrah dengan adanya keputusan Mahkamah Agung Nomor 161 K/Pdt.Sus-HKI/2019 yang dalam keputusannya menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi atau yang sebelumnya sebagai pihak...

Ichwan Anggawirya: Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum Tidak Mengeksploitasi Anak

Audisi pencarian bakat Bulutangkis yang dilakukan oleh Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum sempat menjadi polemik karena adanya komentar yang menyatakan PB Djarum mengeksploitasi anak dengan UU No 35 Tahun 2014.   Praktisi dan pakar HAKI Magister Ilmu Hukum Universitas Bung Karno, Ichwan Anggawirya di forum grup diskusi senin dikampus Magister Ilmu Hukum Universitas Bung Karno,...

Sengketa Merek Mawar Super Laundry

Siti Wardah, pengusaha cairan pembersih untuk laundry pakaian mengajukan gugatan pembatalan merek 'MAWAR SUPER LAUNDRY'. Gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Niaga Jakarta. "Klien saya ajukan gugatan pembatalan karena pendaftaran merek dilakukan dengan itikad tidak baik dan tidak jujur," kata kuasa hukum penggugat, Ichwan Anggawirya kepada Gatra.com di Jakarta, Sabtu,...

80 Tahun Sengketa Hak Cipta Lagu "Happy Birthday to You" Berakhir

Los Angeles - Lagu “Happy Birthday to You” mungkin sudah biasa didengar dalam pesta-pesta ulang tahun. Namun, ternyata, di balik itu, terdapat kesangkutmarutan siapa yang berhak memegang hak cipta. Pencipta melodi Mildred Hill bersaudara kah? Yang pertama kali membuat melodi lagu tersebut dengan judul awal 'Good Morning to All' untuk anak-anak TK pada tahun 1889, atau yang...

Sengketa Merek, Perusahaan Kereta Dorong Bayi Jerman Gugat Cybex Lokal

Produsen kereta dorong bayi asal Jerman, Cybex gmbH kaget pendaftaran merek di Indonesia tidak disetujui Kementerian Hukum dan HAM karena sudah ada stroller dengan merek yang mirip dengan merek Cybex. Atas hal itu, langkah hukum pun diambil.   Kasus bermula saat Cybex gmbH mengajukan permohonan pendaftaran merek ke Direktorat Merek Kemenkum HAM pada 19 Juni 2015. Selain di...

Sengketa Merek, Mobil BMW Kalah Lawan Baju BMW dari Penjaringan

Mahkamah Agung (MA) tidak menerima Peninjauan Kembali (PK) perusahaan mobil asal Jerman, BMW. Alhasil, Henrywo Yuwijono kini bernapas lega memproduksi merek baju BMW alias Body Man Wear.   Kasus bermula saat perusahaan Beyerische Motoreen Werke (BMW) Aktiengesellschafft menggugat warga Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara, Henrywo. Perusahaan yang bermarkas di Munich, Jerman...

Lois Spanyol gagal batalkan merek lokal

Jakarta. Pemegang lisensi merek dagang Lois di Indonesia PT Intigarmindo Persada gagal membatalkan merek Newlois dan Redlois milik pengusaha lokal Agus salim setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak gugatannya, Selasa (31/5).   "Mengadili, menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya," ungkap ketua majelis hakim Didiek Riyono dalam amar putusannya. Dalam...

Led Zeppelin Menang Gugatan Hak Cipta Lagu Stairway to Heaven

Grup music legendaris Led Zeppelin memenangi kasus gugatan hak cipta yang dilayangkan terhadap anggota grup band rock asal Inggris itu, setelah juri menolak klaim bahwa petikan gitar pembuka Stairway to Heaven diambil dari band asal AS, Spirit.   Keputusan juri, yang menemukan perbedaan substansial antara Stairway to Heaven dan lagu instrumental Spirit Taurus, diambil setelah...

Dituduh Jiplak "Stairway to Heaven", Led Zeppelin Jalani Sidang di AS

LOS ANGELES, Dua personel grup musik legendaris Led Zeppelin, Jimmy Page dan Robert Plant, akan menghadiri sidang yang digelar pada Selasa (13/6/2016), terkait kasus tudingan "pencurian" lagu ternama, "Stairway to Heaven", yang dilontarkan sebuah grup musik asal AS.   Spirit, grup musik psychedelic asal Los Angeles yang eksis pada masa yang sama dengan Led...

Butuh Konsultasi Gratis?

Tim expert kami siap membantu Anda memilih layanan yang tepat untuk kebutuhan bisnis