News & Articles

News & Articles

Collection of the latest news and articles related to IPR, trademarks, patents, and business development.

 
 

Find News & Articles

Lagi, Converpak Gugat Desain Kotak Makanan

16 - September - 2015
Lantaran dinilai tidak memiliki kebaruan, Converpak mengajukan gugatan pembatalan desain industri kotak makanan milik Sukirman.
 
PT Converpak Indonesia kembali terlilit sengketa desain industri kotak makanan. Kali ini, perusahaan produsen kemasan makanan itu berseteru dengan Sukirman Pardi yang juga pemilik desain industri kotak makanan. Masalahnya, desain industri Sukirman memiliki bentuk dan konfigurasi yang sama dengan Kotak Makanan Model “Flip n Flap” milik Converpark. Hal itu membuat Converpak meradang. hingga melayangkan gugatan pembatalan desain industri milik Sukirman ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
 
Majelis hakim yang diketuai Pramordana K. Kusumah Atmadja menggelar persidangan perdana perkara ini, Rabu (3/2) kemarin. Bertindak selaku anggota majelis hakim adalah Nirwana dan Yulman. Gugatan Converpark ini teregister No.05/DI/2010/PN.Niaga.JKT.PST. Ketika persidangan berlangsung, para pihak hadir di persidangan. Sukirman diwakili kuasa hukumnya Andri Dwiarnanto.
 
Dari berkas gugatan terungkap bahwa Sukirman mendaftarkan desain industri kotak makanan pada 8 Oktober 2008. Sesuai daftar umum desain industri, pendaftaran desain Sukirman tercatat dalam sertifikat ID 0 014 804-D. Padahal, Converpark merasa satu-satunya pihak yang memiliki hak eksklusif atas desain industri kotak makanan tersebut.
 
Converpark sendiri telah mengantongi sertifikat desain industri Kotak Makanan Model Flip n Flap sejak 2 Juni 2004 di bawah pendaftaran No. ID 0 006 652 yg dialihkan berdasarkan surat no. H2-HC.04.03-54 tanggal 12 Oktober 2005. Converpak juga mendaftarkannya di kantor desain industri Australia di bawah Nomor Pendaftaran 308074, tertanggal 25 Juli 2006.
 
Dengan hak eksklusif, Converpark merasa berhak melarang orang lain membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan atau mengedarkan barang-barang yang telah diberi hak desain industri tanpa persetujuan.
 
Converpak keberatan dengan pendaftaran desain industri milik Sukirman. Karena  tidak memiliki kebaruan (novelty) lantaran dinilai hanya pengulangan atau penjiplakan dari desain industri milik Converpak. Penjiplakan itu pada cover bagian atas yang berfungsi sebagai penutup kotak. Padahal, cover bagian atas itu merupakan temuan Converpak.
 
Dari hasil riset Converpak diketahui untuk menutup kotak, para pelaku usaha melakukan dengan cara melipat dengan karet atau staples agar tersimpan dengan baik. Karena itu diciptakan cover bagian atas. Inilah yang menjadikan dasar dikeluarkannya sertifikat desain industri karena adanya inovasi baru.
 
Selain cover bagian atas, desain industri wadah makanan Converpak juga mendapat perlindungan yang menjadi satu-kesatuan dengan cover bagian atas. Sementara, desain industri Sukirman hanya dilindungi pada cover bagian atas saja. Dengan begitu semakin jelas bahwa desain industri tergugat hanya pengulangan.
 
Beda Lubang
Yang berbeda dari desain industri Sukirman hanyalah pembuatan lubang dalam kotak. Namun hal itu dinilai sudah umum. Lubang itu hanya berfungsi untuk mengeluarkan udara panas dari makanan agar tidak lembab dan kondiis terjaga baik.
 
Pemberian lubang bukan hal pokok dan tergantung opsi dari pemesan serta sesuai dengan produk makanan yang akan ditempatkan. Dengan begitu, tak bisa menjadi pembeda dengan desain industri Converpak. Jika lubang dikesampingkan maka bentuk dan konfiguransi desain industri Converpak dan Sukirman tidak berbeda secara signifikan. Justru terlihat secara keseluruhan sama.
 
Kuasa hukum Converpak menilai jika desain industri tergugat tidak dibatalkan, akan menimbulkan ketidakadilan bagi Converpak. Efek lain, bisa mengancurkan pangsa pasar Converpark. 
 
Kuasa hukum Sukirman, Andri menyatakan akan memberikan jawaban pada persidangan lanjutan pekan depan.
 
Sebelumnya, Converpak berhasil memenangkan gugatan pembatalan desain industri kotak makanan melawan PT Sumber Fortuna Paperindo hingga tingkat kasasi. Putusan Mahkamah Agung (MA) bernomor 185 K/Pdt.Sus/2008 itu, memperkuat putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Sebelumnya, di tingkat pertama, majelis hakim mengabulkan gugatan pembatalan pendaftaran desain industri Box Makanan atas nama Sumber Fortuna Paperindo.
 
Pertimbangan majelis hakim MA tidak jauh berbeda dengan Pengadilan Niaga. Dalam amarnya, Pengadilan Niaga menilai, desain industri Box Makanan dengan No. Pendaftaran ID 0.010.381-D tertanggal 6 November 2006 tidak mempunyai unsur kebaruan dan bukan merupakan desain industri yang baru. Selain itu, jelas majelis, desain tersebut diajukan dengan itikad tidak baik. Desain itu, menurut majelis, merupakan penjiplakan dan atau peniruan dari desain industri atas nama Converpak.
 
Sumber: hukumonline.com
read: 15359 times

TAG :

converpakdesain industridesain kemasan
 

Related News & Articles

Others News & Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 »
 

Copyright as an Intangible Movable Property: Understanding Tangible and Intangible Value

By: Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. In Intellectual Property law practice, one of the most common misconceptions is the view that possession of a physical object is identical to possession of all rights attached to that object. For example, purchasing a painting is often understood as a basis for reproducing that painting. Similarly, receiving the source code of a computer...

Copyright, Creator, and Ownership of Computer Programs in the Indonesian Legal Perspective

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. One of the fundamental issues that often leads to disputes in copyright law practice is the lack of clear understanding regarding the relationship between the party financing the creation of a work, the party creating the work, and the party entitled to economic benefits from it. In business practice, these three concepts are often treated as...

When Form Becomes Identity: Understanding 3D Brands and Industrial Design in Branding Strategy

  Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. The development of intellectual property law shows that the identity of a trademark is no longer limited to just a name, writing, or two-dimensional logo. In commercial practice, certain product shapes and packaging often have a stronger distinctive power than the brand name itself. Consumers in many situations can recognize the origin of...

Why is it difficult for the law to provide an absolute definition of a famous mark

  Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. The concept of a "well-known mark" is one of the most important concepts in trademark law, yet it is also one of the most difficult to define absolutely. Almost all trademark legal systems in various countries recognize it as a basis for broader legal protection for a mark that has a strong reputation. However, interestingly,...

The Importance of Intellectual Property Due Diligence in Companies: Trademarks, Patents, Designs, Co

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Many companies still view physical assets such as buildings, machinery, inventory, and financial reports as the primary measures of business strength. However, in the current economic development, a company's value is increasingly determined by its intellectual property. In many global companies, the most valuable assets are no longer tangible...

When Market Perceptions Change and Global Brand Giants Fall

  Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Not a few major global brands were once considered too strong to be defeated. These names not only dominated the market but also shaped consumption culture, social status symbols, and even the identity of certain generations. However, business history shows that no matter how strong a brand's power, it can still decline when companies...

Brand as a Composition: Harmony of Sound, Color, Form, and Social Resonance in Architecture

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. When dissected more deeply, a brand is not merely a trade name or a visual symbol that functions to differentiate one product from another. In a much more complex dimension, the process of brand formation is actually very similar to the birth of a musical work. Just as a song is composed through the harmony of notes, rhythm, tempo, emotional...

Viral Brands Are No Accident: Branding Entry Strategies in Creating Market Explosions

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Not a few people assume that a brand goes viral solely due to luck, social media momentum, or a fleeting trend. However, in contemporary branding practices, virality is often the result of a perception strategy consciously designed from the outset. Some brands are even intentionally shaped to become public talking points before their products are...

Brands as Modern Religions: When Brands Become Social Belief Systems

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. In classical business theory, brands are generally understood as commercial identities that function to differentiate the goods or services of one business entity from those of another. However, in contemporary branding practices, some of the world's major brands have evolved far beyond the mere function of product identification. At a...

Intentionally "Wrong" but Strong Brand Name Strategies

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. In contemporary branding practices, there is an interesting phenomenon where some companies build their brand identity through words that are linguistically considered non-standard, unusual, or appear as deviations from commonly known spellings. Although often perceived as a form of writing "error," such modifications are in fact...

Need a Free Consultation?

Our expert team is ready to help you choose the right services for your business needs