WhatsApp 24/7 WhatsApp Office Hour
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kumpulan berita dan artikel terbaru terkait HKI, merek, paten, dan pengembangan bisnis.

 
 

Temukan Berita & Artikel

Sengketa Merek, GS Yuasa Menang Lawan GiSi

27 - December - 2015
Produsen aki asal Jepang, GS Yuasa Corporation akhirnya bisa tersenyum lebar.  Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan GS Yuasa terkait sengketa merek dengan produsen aki merek GiSi milik pengusaha Indonesia lewat bendera PT Gramitrama Battery Indonesia (GBI).
 
Putusan MA bernomor 130 PK/Pdt.Sus-HKI/2014 menyatakan, GS Yuasa adalah pemilik dan pemegang merek GS pertama di Indonesia. "Mengabulkan Peninjauan Kembali pemohon GS Yuasa Corporation," kata Syamsul Ma'arif, Ketua Majelis Hakim Agung MA dalam putusannya tertanggal 3 Juni 2015.
 
Dengan putusan itu, MA sekaligus membatalkan merek GiSi dengan nomor pendaftaran IDM000342727 kelas 09 milik PT Gramitrama Battery Indonesia. Dalam pertimbangannya, Syamsul menilai, produk aki GS milik GS Yuasa merupakan merek terkenal.
 
Selain itu, aki bermerek GS milik PT GBI yang diberi nama GiSi memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek GS milik GS Yuasa. Pokok dari persamaan itu terlihat pada huruf "GS" dalam merek GiSi.
 
GBI membuat merek yang menyerupai GS milik Yuasa dengan menonjolkan unsur huruf G dan S pada kemasan. GBI hanya menambahkan huruf 'i' yang tak terlalu terlihat mata. Lalu, ada kesamaan dari sisi penulisan, penempatan dan kombinasi warna logo.
 
Kuasa hukum GS Yuasa, Juliane Sari Manurung mengapresiasi putusan MA. "Kami menghargai keputusan MA. Ini keputusan yang adil dan sesuai fakta," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan, Selasa (23/6/2015).
 
Putusan MA, lanjut Juliane, adalah langkah awal yang tepat untuk melindungi konsumen aki di Indonesia. "Agar konsumen tak terkecoh kalau ada aki yang serupa seolah punya hubungan dengan produk klien kami," kata dia.
 
Selain dengan GBI, GS Yuasa juga tengah bersengketa dengan dua produsen aki lainnya, yakni GS Garuda Sakti dan GS Goldshine. Saat ini, dua kasus itu sedang diperiksa di tingkat kasasi. "Kami berharap kedua kasus ini diputus secara adil seperti putusan MA ini," kata Juliane. (Sinar Putri S.Utami)
 
Editor : Erlangga Djumena
Sumber : KONTAN
dibaca: 14014 kali

TAG :

GS YuasaGiSi
 

Berita & Artikel Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 »
 

Strategi Membangun Merek Unicorn: Dominasi Aset Intelektual dalam Bisnis Modern

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Perubahan struktur ekonomi global telah menggeser cara pasar menilai sebuah perusahaan. Jika pada masa lalu kekuatan bisnis identik dengan kepemilikan aset fisik, maka saat ini nilai terbesar justru sering lahir dari kemampuan membangun dominasi intelektual, psikologis, dan ekosistem perilaku di tengah masyarakat. Fenomena tersebut kemudian...

Mengapa Permohonan Merek Tetap Berisiko Ditolak Walaupun Belum Terdaftar Oleh Pihak Lain

Masih banyak pelaku usaha beranggapan bahwa suatu merek pasti aman didaftarkan selama nama tersebut belum digunakan atau belum terdaftar oleh pihak lain. Padahal dalam praktik hukum merek di Indonesia, kondisi demikian belum tentu menjamin bahwa permohonan akan diterima oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sistem hukum merek di Indonesia tidak semata-mata menilai apakah...

KOPI DARI HATI: Konsistensi DNA Emosional dalam Strategi Branding

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di tengah persaingan industri kopi dan café yang semakin padat, banyak merek berlomba menampilkan kualitas biji kopi, teknik roasting, origin, hingga desain interior yang estetik. Namun dalam praktik branding, kekuatan sebuah merek sering kali tidak hanya lahir dari...

AQUAPROOF dan Strategi Suggestive Branding: Ketika Nama Merek Menjawab Rasa Khawatir Konsumen

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Tidak semua merek dibangun untuk menciptakan prestige, simbol gaya hidup, atau kesan eksklusif semata. Dalam banyak kategori produk problem solver, kekuatan sebuah brand justru lahir dari kemampuannya menyentuh titik paling sensitif dalam psikologi konsumen: rasa khawatir,...

Merek Kata vs Merek Angka: Strategi Branding, Kekuatan Simbolik, dan Perlindungan Hukumnya

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Dalam konsep branding modern, pemilihan nama merek bukan lagi sekadar persoalan kreativitas, melainkan bagian dari strategi membangun persepsi, diferensiasi, dan positioning bisnis jangka panjang. Sebuah nama dapat menciptakan kesan tertentu bahkan sebelum publik mengenal produk atau layanan yang ditawarkan. Salah satu pendekatan yang menarik...

EATLAH: Branding Kasual yang Berhasil Membangun Identitas Kuat

Di era media sosial dan budaya konsumsi cepat seperti sekarang, brand kuliner terus bermunculan dengan berbagai konsep kreatif. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mampu membangun identitas yang kuat sekaligus terasa dekat dengan konsumennya. Salah satu contoh menarik dalam perkembangan brand kuliner modern di Indonesia adalah Eatlah. Didirikan pada tahun 2016 oleh Michael Chrisyanto...

KUTUS KUTUS: “Merek di Balik Legenda”

Tidak semua merek lahir melalui pola yang sama. Ada brand yang dibangun dari riset pasar, strategi pemasaran, dan kekuatan modal yang besar. Namun ada pula merek yang tumbuh perlahan dari perjalanan hidup, pengalaman pribadi, serta cerita yang bergerak dari satu orang ke orang lainnya hingga akhirnya membentuk kepercayaan yang sangat kuat di tengah masyarakat. KUTUS KUTUS merupakan salah...

HATTEN: Brand Lokal Bali yang Berhasil Membangun Identitas Premium

Di tengah persaingan bisnis yang semakin padat, banyak pelaku usaha mulai menyadari bahwa kekuatan sebuah brand tidak hanya terletak pada kualitas produk, tetapi juga pada nama dan identitas yang dibangun secara konsisten. Nama merek sering kali menjadi titik pertama yang membentuk persepsi konsumen, apakah sebuah produk terasa premium, profesional, mudah diingat, atau justru tenggelam di...

Strategy Pendaftaran Merek: Bukan Sekadar Mendaftarkan Merek, tetapi Membangun Brand

Merek bukan sekadar nama atau logo yang ditempel pada produk maupun jasa. Dalam dunia bisnis modern, merek merupakan identitas sekaligus aset yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ketika suatu merek terdaftar, pemiliknya memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan serta melarang pihak lain memakai tanda yang memiliki persamaan pada pokoknya tanpa...

Merek dengan Invented Word vs Common Word: Strategi Penamaan yang Sering Diabaikan

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di balik sebuah merek yang kuat, terdapat proses penamaan yang tidak sesederhana memilih kata yang terdengar menarik. Dalam praktik branding dan hukum...

Butuh Konsultasi Gratis?

Tim expert kami siap membantu Anda memilih layanan yang tepat untuk kebutuhan bisnis