WhatsApp 24/7 WhatsApp Office Hour
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kumpulan berita dan artikel terbaru terkait HKI, merek, paten, dan pengembangan bisnis.

 
 

Temukan Berita & Artikel

Toyota menang sengketa merek Lexus

07 - November - 2015
JAKARTA. Pengadilan Niaga Jakarta mengabulkan gugatan yang diajukan Toyota Jidosha Kaushiki Kaisha (Toyota Motor Corporation) dalam sengketa merek Lexus dengan pengusaha lokal. Pengadilan menegaskan merek Lexus adalah milik Toyota.
 
"Menyatakan mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan penggugat. Menyatakan merek Lexus milik penggugat sebagai merek terkenal," kata Ketua Majelis Hakim Sudjatmiko, Selasa (26/3).
 
Selain menegaskan merek Lexus sebagai merek terkenal yang terdaftar di beberapa negara, majelis hakim berpendapat terbukti adanya persamaan pada pokoknya merek Lexus milik Toyota dengan merek Lexus milik pengusaha lokal, Lie Sugiarto. "Kesamaan terbukti dari bentuk tulisan dan ucapannya," katanya.
 
Lantaran itu, majelis hakim berpendapat merek Lexus milik Lie didaftarkan dengan itikad tidak baik dan patut dibatalkan.  "Memerintahkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk membatalkan merek tergugat," katanya.
 
Terkait putusan ini, Sani, kuasa hukum Toyota menyambut baik. "Putusan ini sudah sepatutnya bahwa Lexus merupakan merek terkenal," katanya.
 
Sementara itu, sampai putusan dibacakan tidak ada satu pihak yang mengatasnamakan Lie Sugiarti maju di muka persidangan.  Sedangkan Ditjen HKI akan mematuhi putusan persidangan. "Kita ikuti putusan ini," kata kuasa hukum HKI Ahmad Rifadi.
 
Sebagai informasi, Toyota menggugat Lie Sugiarti selaku tergugat I dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) selaku tergugat II. Berdasarkan berkas gugatanya No.89/Merek/2012/PN.Niaga.JKT.PST yang diperoleh, Toyota meminta Pengadilan membatalkan pendaftaran merek Lexus milik Lie.
 
Toyota keberatan dengan pendaftaran merek Lexus milik Lie di bawah registrasi nomor IDM000297188 tertanggal 11 Maret 2011 untuk melindungi jenis barang seperti saklar, stop kontak, fitting, sekering listrik yang termasuk kelas 09.
 
Toyota menegaskan, pemegang hak khusus di Indonesia untuk merek Lexus. Pasalnya, kata Lexus ini merupakan bagian yang esensial dari merek dagang Toyota.
 
Tak hanya itu, merek Lexus dan logo L milik Toyota juga sudah terdaftar di bawah No.275.609 tanggal 25 Mei 1992 dan diperbaharui di bawah no 496.408 tanggal 25 Mei 2002.
 
Toyota menilai merek Lexus milik Lie memiliki kesamaan pada ucapan dan menimbulkan kesan pada khalayak ramai seakan-akan Lie memiliki ikatan atau hubungan dengan Toyota. Konsumen bakal terkecoh dengan persamaan merek ini.
 
Toyota pun menuding Lie mempunyai itikad baik mendaftarkan merek Lexus. Lie dituding berniat membonceng ketenaran merek Lexus milik Toyota yang telah lama dipupuk bertahun-tahun dengan biaya tidak sedikit.
 
Sumber: nasional.kontan.co.id
dibaca: 16024 kali

TAG :

toyotalexustoyota lexus
 

Berita & Artikel Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 »
 

Strategi Membangun Merek Unicorn: Dominasi Aset Intelektual dalam Bisnis Modern

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Perubahan struktur ekonomi global telah menggeser cara pasar menilai sebuah perusahaan. Jika pada masa lalu kekuatan bisnis identik dengan kepemilikan aset fisik, maka saat ini nilai terbesar justru sering lahir dari kemampuan membangun dominasi intelektual, psikologis, dan ekosistem perilaku di tengah masyarakat. Fenomena tersebut kemudian...

Mengapa Permohonan Merek Tetap Berisiko Ditolak Walaupun Belum Terdaftar Oleh Pihak Lain

Masih banyak pelaku usaha beranggapan bahwa suatu merek pasti aman didaftarkan selama nama tersebut belum digunakan atau belum terdaftar oleh pihak lain. Padahal dalam praktik hukum merek di Indonesia, kondisi demikian belum tentu menjamin bahwa permohonan akan diterima oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sistem hukum merek di Indonesia tidak semata-mata menilai apakah...

KOPI DARI HATI: Konsistensi DNA Emosional dalam Strategi Branding

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di tengah persaingan industri kopi dan café yang semakin padat, banyak merek berlomba menampilkan kualitas biji kopi, teknik roasting, origin, hingga desain interior yang estetik. Namun dalam praktik branding, kekuatan sebuah merek sering kali tidak hanya lahir dari...

AQUAPROOF dan Strategi Suggestive Branding: Ketika Nama Merek Menjawab Rasa Khawatir Konsumen

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Tidak semua merek dibangun untuk menciptakan prestige, simbol gaya hidup, atau kesan eksklusif semata. Dalam banyak kategori produk problem solver, kekuatan sebuah brand justru lahir dari kemampuannya menyentuh titik paling sensitif dalam psikologi konsumen: rasa khawatir,...

Merek Kata vs Merek Angka: Strategi Branding, Kekuatan Simbolik, dan Perlindungan Hukumnya

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Dalam konsep branding modern, pemilihan nama merek bukan lagi sekadar persoalan kreativitas, melainkan bagian dari strategi membangun persepsi, diferensiasi, dan positioning bisnis jangka panjang. Sebuah nama dapat menciptakan kesan tertentu bahkan sebelum publik mengenal produk atau layanan yang ditawarkan. Salah satu pendekatan yang menarik...

EATLAH: Branding Kasual yang Berhasil Membangun Identitas Kuat

Di era media sosial dan budaya konsumsi cepat seperti sekarang, brand kuliner terus bermunculan dengan berbagai konsep kreatif. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mampu membangun identitas yang kuat sekaligus terasa dekat dengan konsumennya. Salah satu contoh menarik dalam perkembangan brand kuliner modern di Indonesia adalah Eatlah. Didirikan pada tahun 2016 oleh Michael Chrisyanto...

KUTUS KUTUS: “Merek di Balik Legenda”

Tidak semua merek lahir melalui pola yang sama. Ada brand yang dibangun dari riset pasar, strategi pemasaran, dan kekuatan modal yang besar. Namun ada pula merek yang tumbuh perlahan dari perjalanan hidup, pengalaman pribadi, serta cerita yang bergerak dari satu orang ke orang lainnya hingga akhirnya membentuk kepercayaan yang sangat kuat di tengah masyarakat. KUTUS KUTUS merupakan salah...

HATTEN: Brand Lokal Bali yang Berhasil Membangun Identitas Premium

Di tengah persaingan bisnis yang semakin padat, banyak pelaku usaha mulai menyadari bahwa kekuatan sebuah brand tidak hanya terletak pada kualitas produk, tetapi juga pada nama dan identitas yang dibangun secara konsisten. Nama merek sering kali menjadi titik pertama yang membentuk persepsi konsumen, apakah sebuah produk terasa premium, profesional, mudah diingat, atau justru tenggelam di...

Strategy Pendaftaran Merek: Bukan Sekadar Mendaftarkan Merek, tetapi Membangun Brand

Merek bukan sekadar nama atau logo yang ditempel pada produk maupun jasa. Dalam dunia bisnis modern, merek merupakan identitas sekaligus aset yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ketika suatu merek terdaftar, pemiliknya memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan serta melarang pihak lain memakai tanda yang memiliki persamaan pada pokoknya tanpa...

Merek dengan Invented Word vs Common Word: Strategi Penamaan yang Sering Diabaikan

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di balik sebuah merek yang kuat, terdapat proses penamaan yang tidak sesederhana memilih kata yang terdengar menarik. Dalam praktik branding dan hukum...

Butuh Konsultasi Gratis?

Tim expert kami siap membantu Anda memilih layanan yang tepat untuk kebutuhan bisnis