WhatsApp 24/7 WhatsApp Office Hour
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kumpulan berita dan artikel terbaru terkait HKI, merek, paten, dan pengembangan bisnis.

 
 

Temukan Berita & Artikel

Sengketa Merek, Pia Legong Kalahkan Pia Janger

28 - February - 2015
Jakarta - Siapa yang tidak tahu Pia Legong? Bagi kebanyakan pelancong yang berwisata ke Bali, mereka mau antri berjam-jam untuk bisa merasakan kenikmatan Pia Legong. Tapi belakangan muncul merek serupa, Pia Janger. Sengketa pun bergulir ke pengadilan.
 
Merek Pia Legong ini dimiliki oleh Hantje yang mendaftarkan hak ciptanya ke Dirjen HAKI Kemenkum HAM pada Agustus 2008. Salah satu yang didaftarkan yaitu desain kotak kemasan Pia Legong. Kotak ini memiliki komposisi warna cokelat dengan klir dorp, terdapat tulisan Pia Legong dengan warna keemasan, terdapat penari Bali, pura dan 3 gambar kue pia. Untuk rasa, Hantje meracik sendiri resepnya dan memasarkan dengan menjualnya hanya di Ruko Kuta Megah, Jalan By Pass Ngurah Rai, Badung. Harga dibanderol Rp 70 ribuan per paket.
 
Sejak diluncurkan, Pia Legong langsung menggoda wisatawan. Setiap hari puluhan wisatawan membeli Pia Legong hingga Pia Legong menjadi terkenal dan salah satu paket oleh-oleh yang wajib dibeli wisatawan.
 
Belakangan, Hantje mulai terusik dengan adanya keluhan konsumen soal rasa pianya. Lalu Hantje menyelidiki dan ditemukan merek Pia Janger yang mirip dengan merek Pia Legong. Harganya lebih murah Rp 10 ribu dibanding dengan Pia Legong.
 
Kesamaan merek ini mengecoh konsumen sehingga brand Pia Legong yang telah dibangun dengan susah payah menjadi tercemar di mata wisatawan. Konsumen yang membeli Pia Janger kecewa karena rasanya tidak enak, tetapi yang kena keluhan Pia Legong. Merasa merugi, Hantje pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Niaga Surabaya dengan mengguat pemilik Pia Janger yaitu Antonius dan Iriene. Hantje menggugat kedunya untuk menghentikan peredaran Pia Janger serta memberikan ganti rugi Rp 15,3 miliar.
 
Gayung bersambut. Pada 18 September 2013, Pengadilan Niaga Surabaya menyatakan Pia Legong sebagai pemilik desain yang sah sedangkan Pia Janger harus menarik penjualan dan membayar kerugian Hantje sebesar Rp 2 miliar. Tidak terima, Pia Janger lalu mengajukan kasasi. Majelis kasasi mengoreksi putusan dengan menghapus hukuman ganti rugi tersebut.
 
"Menyatakan Tergugat I dan Tergugat II secara bersama-sama telak melakukan pelanggaran hak desain industri atas kemasan kotak milik penggugat. Menghukum tergugat I dan Tergugat II selambat-lambatnya dalam waktu 7 hari setelah putusan ini diucapkan untuk menghentikan pembuatan, peredaran, penjualan, perdagangan dengan kotak kemasan identik dan mirip milik Penggugat. Menarik dari peredaran semua produk Pia Janger dengan kotak kemasan identik mirip milik Penggugat," putus majelis sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (6/2/2015).
 
Duduk sebagai ketua majelis Djafni Djamal dengan anggota Nurul elmiyah dan Mahdi Soroinda Nasution. "Menolak gugatan untuk selebihnya," putus majelis pada 25 Juli 2014 lalu.
 
Sumber: detik.com
dibaca: 14608 kali

TAG :

pia legongpia janger
 

Berita & Artikel Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 »
 

Strategi Membangun Merek Unicorn: Dominasi Aset Intelektual dalam Bisnis Modern

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Perubahan struktur ekonomi global telah menggeser cara pasar menilai sebuah perusahaan. Jika pada masa lalu kekuatan bisnis identik dengan kepemilikan aset fisik, maka saat ini nilai terbesar justru sering lahir dari kemampuan membangun dominasi intelektual, psikologis, dan ekosistem perilaku di tengah masyarakat. Fenomena tersebut kemudian...

Mengapa Permohonan Merek Tetap Berisiko Ditolak Walaupun Belum Terdaftar Oleh Pihak Lain

Masih banyak pelaku usaha beranggapan bahwa suatu merek pasti aman didaftarkan selama nama tersebut belum digunakan atau belum terdaftar oleh pihak lain. Padahal dalam praktik hukum merek di Indonesia, kondisi demikian belum tentu menjamin bahwa permohonan akan diterima oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sistem hukum merek di Indonesia tidak semata-mata menilai apakah...

KOPI DARI HATI: Konsistensi DNA Emosional dalam Strategi Branding

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di tengah persaingan industri kopi dan café yang semakin padat, banyak merek berlomba menampilkan kualitas biji kopi, teknik roasting, origin, hingga desain interior yang estetik. Namun dalam praktik branding, kekuatan sebuah merek sering kali tidak hanya lahir dari...

AQUAPROOF dan Strategi Suggestive Branding: Ketika Nama Merek Menjawab Rasa Khawatir Konsumen

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Tidak semua merek dibangun untuk menciptakan prestige, simbol gaya hidup, atau kesan eksklusif semata. Dalam banyak kategori produk problem solver, kekuatan sebuah brand justru lahir dari kemampuannya menyentuh titik paling sensitif dalam psikologi konsumen: rasa khawatir,...

Merek Kata vs Merek Angka: Strategi Branding, Kekuatan Simbolik, dan Perlindungan Hukumnya

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Dalam konsep branding modern, pemilihan nama merek bukan lagi sekadar persoalan kreativitas, melainkan bagian dari strategi membangun persepsi, diferensiasi, dan positioning bisnis jangka panjang. Sebuah nama dapat menciptakan kesan tertentu bahkan sebelum publik mengenal produk atau layanan yang ditawarkan. Salah satu pendekatan yang menarik...

EATLAH: Branding Kasual yang Berhasil Membangun Identitas Kuat

Di era media sosial dan budaya konsumsi cepat seperti sekarang, brand kuliner terus bermunculan dengan berbagai konsep kreatif. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mampu membangun identitas yang kuat sekaligus terasa dekat dengan konsumennya. Salah satu contoh menarik dalam perkembangan brand kuliner modern di Indonesia adalah Eatlah. Didirikan pada tahun 2016 oleh Michael Chrisyanto...

KUTUS KUTUS: “Merek di Balik Legenda”

Tidak semua merek lahir melalui pola yang sama. Ada brand yang dibangun dari riset pasar, strategi pemasaran, dan kekuatan modal yang besar. Namun ada pula merek yang tumbuh perlahan dari perjalanan hidup, pengalaman pribadi, serta cerita yang bergerak dari satu orang ke orang lainnya hingga akhirnya membentuk kepercayaan yang sangat kuat di tengah masyarakat. KUTUS KUTUS merupakan salah...

HATTEN: Brand Lokal Bali yang Berhasil Membangun Identitas Premium

Di tengah persaingan bisnis yang semakin padat, banyak pelaku usaha mulai menyadari bahwa kekuatan sebuah brand tidak hanya terletak pada kualitas produk, tetapi juga pada nama dan identitas yang dibangun secara konsisten. Nama merek sering kali menjadi titik pertama yang membentuk persepsi konsumen, apakah sebuah produk terasa premium, profesional, mudah diingat, atau justru tenggelam di...

Strategy Pendaftaran Merek: Bukan Sekadar Mendaftarkan Merek, tetapi Membangun Brand

Merek bukan sekadar nama atau logo yang ditempel pada produk maupun jasa. Dalam dunia bisnis modern, merek merupakan identitas sekaligus aset yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ketika suatu merek terdaftar, pemiliknya memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan serta melarang pihak lain memakai tanda yang memiliki persamaan pada pokoknya tanpa...

Merek dengan Invented Word vs Common Word: Strategi Penamaan yang Sering Diabaikan

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di balik sebuah merek yang kuat, terdapat proses penamaan yang tidak sesederhana memilih kata yang terdengar menarik. Dalam praktik branding dan hukum...

Butuh Konsultasi Gratis?

Tim expert kami siap membantu Anda memilih layanan yang tepat untuk kebutuhan bisnis